Friday, November 28, 2008

Tragedi Mumbai



28/11/08 10:45

Kelompok Asing di Balik Tragedi Mumbai


New Delhi, (ANTARA News) - Perdana Menteri India Manmohan Singh, Kamis mengatakan unsur-unsur dari luar negeri adalah pelaku serangan-serangan teror di Mumbai.

Saat berbicara dalam pidato khusus kepada bangsanya, Singh mengatakan: "Jelas bahwa kelompok yang melakukan serangan-serangan adalah berpangkalan di luar negeri, mereka datang dengan satu tujuan untuk menciptakan kekacauan di ibukota perdagangan negara ini."

India akan mengemukakan"'dengan tegas terhadap negara-negara tetangga bahwa tidak ada toleransi jika wilayah mereka jadi tempat melancarkan serangan-serangan kepada kami , dan bakal ada ganjaran jika mereka membiarkan hal itu,"' kata Singh sebagaimana dilaporkan kantor berita India PTI.

Dia mengatakan "serangan-serangan yang terencana dan terlaksana itu mungkin ada kaitannya dengan pihak-pihak luar dan dilakukan untuk menciptakan suasana panik dengan memilih sasaran orang-orang penting dan membunuh orang asing secara membabi-buta."


Perdana Menteri menegaskan bahwa 'kemungkinan tindakan terkeras' akan diambil untuk mengatasi unsur-unsur tersebut, misalnya penggunaan Undang-undang Keamanan Nasional dan pembentukan Lembaga Penyelidikan Federal untuk mencegah terjadinya insiden-insiden sejenis.

"Kami akan melakukan sejumlah tindakan untuk memperkuat tangan-tangan polisi dan lembaga-lembaga penyelidikan kami. Kami akan mencegah aliran dana terhadap organisasi-organisasi yang dicurigai. Kami akan melarang masuk orang-orang yang dicurigai ke dalam negara ini."

"Kami akan lakukan terhadap orang-orang dan organisasi-organisasi ini dan memastikan bahwa setiap pengkhianat, penghimpun dan pendukung aksi teror, apapun afiliasi atau agamanya, harus membayar mahal atas tindakan pengecut dan mengerikan terhadap masyarakat kami," kata Perdana Menteri.

"Undang undang Keamanan Nasional akan diberlakukan untuk mengatasi situasi semacam ini sedangkan peraturan yang sudah ada akan diperketat untuk menjamin bahwa tidak ada satu lobangpun yang bisa digunakan oleh para teroris guna lolos dari jerat hukum," ujarnya.

"Yang paling penting adalah segera kita akan membentuk Badan Penyelidikan Federal untuk mengatasi kejahatan-kejahatan teroris dan menjamin bahwa mereka yang bersalah harus dituntut sesuai undang-undang tersebut," kata Singh.

Dia menjamin bahwa reformasi sektor kepolisian akan dilakukan untuk menangani masalah penting dan serius. Singh mengimbau masyarakat agar tetap memelihara perdamaian dan harmoni sehingga "musuh-musuh negara kita tidak melakukan rencana-rencana jahat mereka."(*)

-----------------------------------------------------------------------------------
Dari Banjarmasinpost
http://www.banjarmasinpost.co.id/content/view/61148/784/

2 Warga Inggris Terlibat Teror di Mumbai
Laporan: kcm
Jumat, 28-11-2008 | 22:34:18

MUMBAI, BPOST - Beberapa warga Pakistan kelahiran Inggris merupakan beberapa diantara teroris yang melancarkan serangan di Mumbai. Dua warga Inggris merupakan diantara 8 teroris yang berhasil dibekuk oleh pasukan komando India setelah pasukan elit ini menerobos 2 hotel dan sebuah pusat komunitas Yahudi untuk membebaskan para sandera.

Sekitar 25 teroris dituduh bertanggung jawab terhadap serangkaian ledakan serta penembakan yang ditargetkan ke para turis dan kepentingan asing. Suasana mencekam masih berlangsung di salah satu kota India itu setelah pasukan komando berhasil merebut hotel Oberoi dengan menembak mati 2 milisi.

Jumlah korban meninggal dunia dalam serangan teroris di Mumbai yang telah berlangsung dalam 3 hari itu mencapai 143 jiwa. Hanya 1 warga Inggris yang dipastikan sebagai korban tewas yang dikhawatirkan akan terus bertambah. Satu personil pasukan komando mengaku melihat sekitar 50 jenazah yang berserakan di satu lantai hotel Taj Mahal setelah pasukan khusus India menyerang gedung hotel. Tumpahan darah terlihat di sekitar jenazah.

"Kami harus berhati-hati saat memasuki gedung hotel untuk menghindari pertumpahan darah lebih besar di kalangan warga sipil yang tak berdosa," ujar salah satu komandan satuan pasukan komando. Menurut komandan pasukan komando itu, para teroris masih nampak muda, namun terlatih.

"Para teroris mengenakan T-shirt, seperti anak muda pada umumnya, tetapi mereka benar-benar terlatih menggunakan senjata. Tidak mungkin mereka dapat menggunakan senjata seperti itu tanpa pernah mendapatkan pelatihan sebelumnya," kata komandan itu.

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menjelaskan rencananya untuk menghubungi Perdana Menteri India Manmohan Singh soal ditemukannya teroris berkewarganegaraan Inggris di Mumbai. Gordon Brown telah mengingatkan bahwa "terlalu dini" untuk menyimpulkan Inggris terlibat dalam serangan teroris itu. Satu tim negosiator dan detektif antiteror Scotland Yard tengah dalam perjalanan ke Mumbai untuk membantu investigasi.

Pasukan komando India telah menemukan sejumlah kartu kredit dan kartu identitas milisi selain menyita sejumlah besar granat, magasin senjata AK-47 serta pisau. Kelompok Deccan Mujahideen mengklaim bertanggungjawab atas serangan itu. Namun beberapa pakar teror yakin kelompok ini berkaitan dengan al-Qaeda.

-----------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------

28/11/08 10:45
Tiga Gerilyawan Pakistan Terlibat Tragedi Mumbai


New Delhi, (ANTARA News) - Tiga gerilyawan yang menyerang Mumbai, India, mengaku dari kelompok Lashkar-e-Taiba yang bermarkas di Pakistan, tulis laporan suratkabar The Hindu, Jum'at.

Lashkar-e-Taiba pada hari Kamis membantah terlibat dalam penyerangan yang menewaskan 125 orang dan melukai 315 lainnya tersebut.

Perdana Menteri India Manmohan Singh mengatakan, serangan itu dilakukan oleh kelompok-kelompok yang berpangkalan di luar India.

Salah seorang gerilyawan adalah penduduk Faridkot di provinsi Punjab Pakistan, kata Hindu, mengutip pemeriksa polisi yang tak disebut namanya.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan para terdakwa, para penyelidik yakin bahwa salah satu atau lebih dari kelompok-kelompok Lashkar beroperasi meninggalkan Karachi melalui kapal dagang pada Rabu pagi," tulis suratkabar itu.

Hindu juga melaporkan kelompok itu tiba di pantai Mumbai melalui kapal kecil dan kemudian menyelinap ke dalam tim-tim kecil untuk melakukan serangan di berbagai tempat.(*)

Mumbai The Mossad Angle
By: Amaresh Misra on: 27.11.2008 [22:48 ]

Thursday, 27 November 2008
Mumbai The Mossad Angle

GAUTAM ADHIKARI SPEAK UP… DO SOMETHING…SAY OPENLY THAT THE RSS-MOSSAD ARE
RESPONSIBLE–OTHERWISE BE DAMNED AND CONSIDER THE NATION DOOMED. THEY KILLED
KARKARE TO SEND A MESSAGE THAT YOU CANNOT INVESTIGATE THE MOSSAD-RSS ANGLE.

Mumbai and India Under Attack

It is 4AM in India right now. I am in Mumbai reporting from the ground. I have
not slept a wink. Mumbai is under attack. People and forces who killed
Mahatama Gandhi, who demolished the Babari Mosque have triumphed. More than 16
groups of terrorists have taken over Taj, Oberai and several hotels. Hundreds
of people are dead. For the first time no one is blaming Muslim organizations.
The Mumbai ATS chief Hemant Karkare and other officers of the ATS have been
killed. These were the same people who were investigating the Malegaon
Blasts–in which Praggya Singh, an army officer and several other noted
personalities of the BJP-RSS-Bajrang Dal-VHP were arrested. Karkare was the
man to arrest them. Karkare was receiving threats from several quarters. LK
Advani, the BJP chief and several other prominent leaders of the so-called
Hindu terrorism squad were gunning for his head. And the first casualty in the
terrorist attack was Karkare! He is dead–gone–the firing by terrorists
began from Nariman House–which is the only building in Mumbai inhabited by
Jews. Some Hindu Gujaratis of the Nariman area spoke live on several TV
channels–they openly said that the firing by terrorists began from Nariman
house. And that for two years suspicious activities were going on in this
house. But no one took notice.

Our worst fears have come true. It is clear that Mossad is involved in the
whole affair. An entire city has been attacked by Mossad and probably units of
mercenaries. It is not possible for one single organization to plan and
execute such a sophisticated operation. It is clear that this operation was
backed by communal forces from within the Indian State. The Home Minister
Shivraj Patil should resign. The RSS-BJP-VHP-Bajrang Dal should be banned.
Advani and others ought to be arrested. Today is a day of shame for all
Indians and all Hindus. Muslims and secular Hindus have been proven right. RSS
type forces and Israel are all involved in not only destabilizing but
finishing India. India should immediately snap all relations with Israel. We
owe this much to Karkare and the brave ATS men who had shown the courage to
arrest Praggya Singh, Raj Kumar Purohit, the army officer and several others.


A photograph publushed in Urdu Times, Mumbai, clearly shows that Mossad and
ex-Mossad men came to India and met Sadhus and other pro-Hindutva elements
recently. A conspiracy was clearly hatched.

This is a moment of reckoning especially for Hindus of India. The killers of
Gandhi have struck again. If we are true Sanatanis and true Hindus and true
nationalists and true patriots we have to see this act as a clear attack by
anti-national deshdrohi forces. Praggya Singh, Advani and the entire brand is
anti-national. They ought to be shot. Any Hindu siding with them is hereafter
warned of serious consequences.

This is a question of nationalism. If no one else, the Indian army will not
take this lying down. Communal, anti-national forces have attacked the very
foundation of the Indian constitution and the nation. We will fight a civil
war if need be against the pro-Hindutva, communal forces and their Israeli
backers.

Amaresh Misra

-----------------------------------------------------------------------------------

Laporan dari Banjarmasin Post

Rabbi New York Juga Bantai di Mumbai
Laporan: TIC
Sabtu, 29-11-2008 | 11:33:31

MUMBAI, BPOST - Militan bersenjata yang menyerang pusat Yahudi dalam serangkaian serangan di Mumbai telah membunuh rabbi New York dan istrinya di kompleks itu, kata pernyataan Gerakan Chabad-Lubavitch, Jumat.

Rabbi Gavriel Holtzberg, yang lahir di Israel dan pindah ke New York saat kecil, dan istrinya asal Israel, Rivka, adalah Direktur Chabad-Lubavitch Mumbai, kata komunitas itu.

Putra pasangan itu Moshe, yang berulang tahun ke-2 pada hari Sabtu, diselamatkan dari serangan itu oleh pengasuhnya, dan saat ini diserahkan ke kakeknya.

"Gabi dan Rivky Holtzberg melakukan pengorbanan utama," kata Rabbi Moshe Kotlarsky, yang bekerja untuk bagian pendidikan Chabad-Lubavitch, berkantor di Brooklyn, New York, dalam pernyataan itu.

"Sebagai utusan ke Mumbai, Gabi dan Rivky menghibur warga Barat untuk menyebarkan kebanggaan Yahudi di pojok dunia, yang sering menjadi tempat pemberhentian wisatawan dari Israel."

Kotlarsky mengatakan keluarga Holtzberg telah menetap di Mumbai selama lima tahun.

Pernyataan Chabad-Lubavitch mengatakan rabbi itu diketahui terakhir kali menelepon konsulat Israel untuk melaporkan keberadaan pria bersenjata di rumahnya. Saat dia menelepon, jaringan telepon tiba-tiba terputus.

Rabbi Yehuda Krinsky, yang memimpin bagian jasa pendidikan dan sosial Chabad-Lubavitch, dalam konferensi pers di New York, mengatakan pasangan yang terbunuh itu menjalani hidup tanpa pamrih.

Dia meminta wanita Yahudi menyalakan lilin tradisional selama 18 menit sebelum matahari terbit untuk menandai awal Jumat Sabat Yahudi guna menerangi kegelapan dunia.

Lima tawanan Israel, termasuk kedua orangtua Moshe, ditahan di pusat Yahudi di Mumbai dan dibunuh saat pasukan keamanan India menyerang para militan.

India-Pakistan Saling Tuding
Laporan: myR/hta
Sabtu, 29-11-2008 | 10:13:31

JAKARTA, BPOST - Lontaran kecurigaan PM India Manmohan Singh tentang keterlibatan pihak asing dalam serangan maut di Mumbai, membuat Pakistan kebakaran jenggot.

Dengan tegas para pakar keamanan negara tersebut menampik tudingan tersebut. Sebaliknya, mereka malah menuduh militan India yang berada di balik serangan maut tersebut.

Mereka menyatakan bahwa serangan teror itu dilancarkan militan domestik tanpa campur tangan pihak asing.

Demi menepis kecurigaan India, Duta Besar Pakistan untuk Amerika Serikat (AS) Hussein Haqqani menawarkan bantuannya untuk negara republik tersebut.

”Negara kami cukup banyak menderita akibat ulah teroris, sama seperti India. Karena itu kami siap memberikan bantuan apa pun sampai para pelaku dimejahijaukan,” ujarnya dalam wawancara dengan BBC kemarin (28/11).

Menyadari potensi konflik dengan India yang cukup besar, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari langsung melarang penggunaan senjata nuklir.

”Sebaiknya, dalam konflik apa pun, senjata nuklir tidak pernah digunakan,” tandasnya.

Larangan tersebut cukup beralasan mengingat militer India dan Pakistan sering saling unjuk kemampuan. Salah satunya dengan silih berganti melakukan uji tembak rudal.

Sementara itu, Singh yang kepemimpinannya dipertaruhkan dalam penanganan insiden tersebut, langsung gerak cepat. Dia berjanji segera menerapkan kembali undang-undang antiteror dengan lebih serius.

Namun, dia masih tetap menaruh kecurigaan terhadap Pakistan. Bahkan, dia mengancam akan melancarkan serangan balasan ke negara tetangganya itu jika keterlibatan Pakistan memang terbukti.

”Kami akan mengambil tindakan tegas dan tidak akan menoleransi segala bentuk serangan yang mereka lancarkan dari wilayah mereka ke India. Jika mereka tidak segera mengambil tindakan yang semestinya, mereka akan membayar mahal,” tandas Singh dalam pernyataan yang dipublikasikan secara nasional.

India Tolak Pasukan Komando Israel
Laporan: antara
Sabtu, 29-11-2008 | 09:13:00

JERUSALEM, BPOST - India telah menolak sebuah tawaran Israel untuk mengirim pasukan Komando Penumpasnya ke Mumbai, tempat sebuah pusat Yahudi diambil alih dalam serangan teroris yang merenggut lebih 160 jiwa, demikian laporan media di Jerusalem.

"India menyampaikan penolakan halus atas sebuah tawaran Israel untuk mengirim pasukan anti teror," harian Haarets melaporkan.

Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak dan Menteri Luar Negeri Tzipi Livni secara terpisah menawarkan bantuan Israel kepada India pada Kamis untuk menghadapi serangan-serangan teror dan penanganan sesudahnya.

Tampaknya pemerintah India kurang tertarik atas bantuan keamanan dari Israel. Sepanjang hari dinas yang mengurusi pasukan itu bersiap-siap mengirim delegasi bantuan ke India tetapi usaha -usaha dihentikan ketika Delhi jelas tak antusias tentang prospeknya, kata harian itu.

Menteri pertahanan Israel itu yang mengutuk serangan-serangan tersebut menyatakan "serangan-serangan itu bagian dari gelombang teror global yang sudah biasa dihadapi Israel dan negara-negara bebas di dunia yang menginginkan perdamaian harus memeranginya."

Menteri itu juga menyatakan prihatin atas nasib warga Israel yang terperangkap dalam
serangan-serangan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas usaha-usaha pemerintah India, demikian PTI dan OANA.


No comments: