Thursday, March 12, 2009

Salam Benua

Sudah lama tidak mendengar deklamasi sajak Salam Benua yang dinukil oleh Almarhum Sasterawan Negara di Radio IKIM. Tidak pasti sama ada masa ia ke udara dengan masa saya mendengar radio siaran IKIM tidak sama. Tetapi yang menyentuh perasaan ialah bait-bait sajak yang dinukilkan dengan intonasinya yang baik.



Salam Benua

I
Mereka memisahkan kita
Passport visa wilayah segala tembok nama
Mereka merompak kita dengan undang-undangnya
Peluru dikirim dalam bungkusan Dollarnya
Kita dipaksa memilih salah satu
Dan kita mesti memilihnya
Tiada jalan lain



II
Telah saudara pilih senapang dan peluru
Banyak pemimpin memilih Dollarnya
Untuk ini saudara membasahi baju
Rumput merah sungai merah
Tangis anak-anak
Darah rakyat tertindas

III
Saudara memerah kaktus melumat batu
Menjadikan minuman makanan
Gadis-gadis bekerja debu pasir dandannya
Anak-anak kecil menyandang senapang
Saudara menghitamkan langit menyelubungi saluran minyak
Sesetengahnya menyanyi di penjara untuk pembebasan Palestin

IV
Kami bertatih di sawah semakin kering
Petani-petani mulai menebang hutan dara
Permulaan kecil pada ketenangan segumpal awan
Ketenangan yang di belakangnya memangkas kami yang sedikit ini sedang belajar dari tiap pengalaman saudara belajar dari tiap pengalaman saudara dan pengalaman sendiri
Kami memampatkan gerhana bulan Mei pada tujuan tepat nusantara ini

V
Salam
Tanpa visa
Passport
Golf
Warna
Kemanusian rakyat
seluruh benua

Nukilan Sasterawan Negara: Usman Awang

Pautan:
http://www.geocities.com/sajak29/moden/usman/index.htm
http://penyair.wordpress.com/2007/02/08/biografi-usman-awang-1929-2001/

No comments: