Friday, April 17, 2009

Kaedah Soal siasat era Bush

Soal siasat kejam era Bush

WASHINGTON - Pentadbiran Presiden Amerika Syarikat (AS), Barack Obama kelmarin mendedahkan cara soal siasat kejam yang dilakukan ketika George W. Bush berkuasa.

Antara soal siasat kejam itu adalah seperti menutup mata tahanan, kaki dirantai dan diterbang ke pusat-pusat penyiasatan secara rahsia.

Bangunan yang menjadi lokasi siasatan itu sunyi sepi dan tahanan-tahanan dibogel dan gambar mereka dirakam selain janggut mereka dicukur.

Bagaimanapun, jika tahanan-tahanan itu enggan bekerjasama, cara soal siasat ketika era Bush akan ditingkatkan.

Beberapa tahanan menjadi saksi kepada proses itu yang direka untuk mendapatkan maklumat daripada suspek selepas serangan pengganas berlaku pada 11 September 2001 di AS.

Bush berundur menjadi Presiden pada 20 Januari lalu dan digantikan oleh Obama.

Teknik siasatan kejam itu dilakukan oleh anggota-anggota Agensi Perisikan Pusat (CIA) dengan membiarkan tahanan tidur dalam keadaan bogel.

Pakaian dan makanan akan diberikan kepada tahanan yang memberikan kerjasama.

Menampar tahanan di muka dan perut adalah dibenarkan.

Turut dibenarkan adalah memegang tahanan dengan kasar di bahagian kolar dan menghantukkan mereka ke dinding.

Hos air digunakan untuk 'melemaskan' seketika tahanan selama beberapa minit.

Terdapat teknik psikologi yang lebih kejam tetapi tidak digunakan didedahkan oleh Jabatan Pertahanan AS di bawah pentadbiran Obama.

Kaedah itu adalah dengan menunjukkan tahanan sebuah kotak yang mengandungi ulat bulu.

Namun, Obama menyatakan beliau memberi jaminan bahawa anggota-anggota kerajaan yang terlibat dalam soal siasat itu tidak akan didakwa. - Agensi

Sumber:
www.kosmo.com.my
------------------------------------------------------------------

Gaya Teroris Amerika Serikat

Oleh: Muhammad Husein Fadlullah

Barangkali cara-cara teroris politik yang paling populer dan paling banyak contohnya di era sekarang ini adalah apa yang digambarkan dalam laporan tahunan AS seputar apa yang disebut dengan 'gaya teroris' internasional. Hal itu karena, laporan yang dikeluarkan oleh Deplu AS, berusaha menampilkan sejumlah realita dalam bentuk laporan-laporan yang langsung dipakai demi kepentingan-kepentingan dan tujuan politik besar yang telah digariskan oleh pemerintah AS. Namun kepentingan-kepentingan itu berubah menjadi pedang tajam ke setiap leher negara-negara yang meniti jalan penolakan atas pemerintah AS. Terutama negara-negara yang masih mengakui hak-hak legal bagi bangsa Palestina seperti Suriah dan Iran. Pada saat yang sama AS bekerja untuk merontokkan hak-hak tersebut yang ditampakkannya dalam sejumlah resolusi PBB atau dalam realita yang sudah paten dalam sejarah wilayah Palestina dan persoalan kekiniannya.

Jika laporan-laporan AS terdahulu memfokuskan pada Suriah dan Iran untuk tidak mendukung urusan Palestina, namun laporan yang terbit beberapa hari lalu itu memiliki tujuan lain yang menitikberatkan pada upaya AS untuk mendorong kedua negara Timur Tengah itu masuk melebur dalam permainan Amerika di Irak. Atas dasar pemberian kondisi keadaan yang pasti bagi penjajah AS di sana agar bisa bertahan hingga bertahun-tahun lamanya, pengakuan atas penjajahan ini, tindakan yang akan diambil dan rencana-rencana yang akan diputuskan. Tapi pada saat yang sama Amerika berusaha ikut mencampuri urusan dalam negeri Iran dan memeranginya dalam bidang media dan politik. Hal yang sama juga AS lakukan kepada Suriah melalui penjatuhan sanksi (ekonomi), yang pada dasarnya berasal dari rekomendasi Yahudi dan prediksi Israel yang diakui oleh pemerintah Bush.

Namun laporan Amerika terakhir ini tentang teroris dan negara-negara pendukungnya (teroris, red) adalah laporan yang kehilangan kredibilitasnya, sama seperti pemerintahan AS sendiri telah kehilangan kredibilitas di mata dunia internasional. Dalam pandangan bangsa-bangsa di wilayah Timur Tengah itu, pemerintahan Bush tak lain hanyalah sebuah pemerintahan yang hanya melindungi keganasan Israel yang menerapkan terorisme negara dalam segala bentuknya di Irak. Pandangan ini sejalan dan senyawa dengan bangsa-bangsa lain di wilayah Eropa dan negara barat lainnya yang terus memantau rangkaian sasaran warga sipil Irak dan tokoh agama oleh pasukan sekutu AS. Begitu juga perlakuan mereka kepada anak-anak, wanita dan orang tua. Ditambah penyiksaan mereka kepada para tahanan dan narapidana tidak akan mengurangi tekanan terang-terangan AS dan Inggris yang mengecamnya. Hal itu karena bertolak dari bimbingan langsung jendral-jendral militer AS dengan bantuan pihak intelijen militernya. Sehingga menggambarkan masalah ini bukanlah hanya soal oknum dari militer AS saja akan tetapi merupakan siasat pihak intelijen yang telah mengarahkan militer AS memilih cara-cara yang dipakai menghadapi para tahanan. Dan menegaskan bahwa pihak intelijen ini tidak berbeda, dalam hal mentalitas dan planning, dengan mentalitas Nazi dalam memperlakukan para tahanan Palestina.

Cara AS dalam mengatur persoalan di wilayah itu dan yang berusaha menggugurkan resolusi PBB soal Palestina, atau mengurangi muatan dan isinya demi kepentingan Israel, seperti resolusi nomer 149, 242 dan 338 serta resolusi-resolusi lainnya. Ditambah dukungan penuh yang diberikannya, dan sampai kini, kepada Israel dalam merobek hak-hak Palestina dan membenarkan semua tindakan teroris yang dilakukan Israel kepada bangsa Palestina. Semua itu memberikan saham dalam menampilkan AS sebagai negara pelindung teroris nomer satu di dunia dan negara yang membantu perpanjangan masa penjajahan Israel, yang merupakan pengejawantahan teroris kelas tinggi. Dengan begitu, perbincangan AS seputar pemberantasan teroris hanya akan menampilkan kebohongan politik kelas tinggi karena ia menjadi penanggungjawab, yang pertama dan yang terakhir, tentang pendirian teroris kolektif di wilayah tersebut dan di seluruh dunia.

Pemerintah AS sekarang ini adalah pensuplai utama bagi berbagai jenis teroris. Merekalah yang membiarkan teroris tumbuh berkembang secara alami di rahim politiknya dan di lingkungan konflik yang mereka produk di wilayah Palestina dan di dunia. Merekalah yang menyokong sejumlah kelompok dan mendorongnya untuk meniti jalan berdarah radikal. Menjadikannya sebagai salah satu cara menekan atas sejumlah rezim sebelum akhirnya kelompok ini, yang tumbuh berkembang di lingkunagn politik AS, yang menumbangkan Amerika sendiri. Kemudian meniru jalan Amerika dalam membunuh warga sipil untuk bisa mencapai tujuannya dalam melakukan perubahan atau dalam rangkaian uapayanya mengusir AS dari wilayah tersebut, seperti yang dikatakan oleh kelompok-kelompok tersebut.

Jika laporan tahunan AS seputar teroris, telah menaikkan nama Irak sebagai negara teroris atau pelindung teroris, maka masyarakat Irak berubah menjadi medan pertama bagi aksi teroris dunia. Dimana Amerika membunuh siapa saja yang menentang politiknya dan merubahnya menjadi pesawat-pesawat tempur yang menerjang sasaran sipil didalamnya. Sebagiannya ada yang membunuh warga sipil dengan tangan dingin, yang mengisyaratkan bahwa contoh demokrasi yang dijanjikan oleh Bush di Irak adalah contoh yang didalamnya bangsa Irak berenang di atas lautan darah, rumah dan tempat-tempat sucinya diratakan dengan tanah. Semua itu dilakukan dengan politik yang tidak disetujui oleh bangsanya sendiri, apatah lagi bangsa-bangsa dunia lainnya.

Gambaran Amerika di dunia adalah gambaran negara yang melindungi teroris, menyokongnya, yang menumpahkan darah orang sipil, pelanggar hukum internasional dalam soal penyiksaan tawanan, yang berupaya meruntuhkan pondasi hukum internasional, yang berupaya menjatuhkan banyak media massa dengan cara-cara teroris media dan politik, seperti yang dilakukannya terhadap dua cannel televisi Arab, Aljazeera dan Al-Arabiyah. Maka setiap upaya yang dilakukannya untuk memperindah potretnya di dunia Arab dan Islam melalui cannel-cannel televisi yang mereka buat dan melalui berbagai media massa lainnya adalah upaya yang berujung kegagalan. Karena semua media ini tidak bisa merubah potret kejam pemerintah AS atau menghapus citra terorisnya dari kenangan bangsa-bangsa Arab dan umat Islam, begitu juga semua negara yang menolak teroris di seluruh dunia. (AM Rais, dari harian 'el-Safir' Lebanon, 06/05/2004/COMES)

Sumber: www.swaramuslim.net
---------------------------------------

Pentagon Ungkap Kekejaman Rezim Bush
Sabtu, 25 April 2009 | 07:34 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pentagon akan segera menerbitkan ratusan foto yang menunjukkan dugaan penyiksaan oleh personil AS di penjara di Irak dan Afghanistan pada masa pemerintah George W. Bush. "Saya kira foto itu mencapai ratusan," kata seorang pejabat Pentagon yang menolak menyebutkan identitasnya.

Pentagon telah menyetujui penerbitan sejumlah foto "substansial" pada 28 Mei sebagai jawaban atas penuntutan perkara Undang-undang Kebebasan Informasi yang telah berjalan lama yang diajukan oleh kelompok hak asasi manusia bermarkas di New York, Uni Kebebasan Sipil Amerika (ACLU). Foto-foto itu berasal dari 60 penyelidikan kejahatan dari 2001-2006 oleh personil militer yang diduga menyiksa para tahanan.

Namun, Pentagon menolak menolak komentar ACLU bahwa foto-foto itu merupakan gambaran penyiksaan yang meluas atas para tahanan. "Foto itu menunjukkan bahwa kami senantiasa serius berniat menyelidiki tuduhan penyiksaan," kata juru bicara Pentagon Bryan Whitman kepada beberapa wartawan.

Sebagai hasil dari penyelidikan Pentagon terhadap penyiksaan tahanan, lebih dari 400 orang telah ditindak secara tegas, mulai dari hukuman penjara hingga penurunan pangkat dan surat teguran. Kelompok HAM tersebut menduga para pejabat senior di bawah pimpinan mantan presiden George W. Bush bertanggungajwab dalam kasus ini karena mendukung taktik interogasi yang penuh aksi kekerasan.

Sumber: http://internasional.kompas.com

No comments: