Friday, April 24, 2009

Majoriti Pelancong Israel Menyembunyikan Identiti Mereka

.
Tinjauan oleh Akademi Galilea di wilayah Galilea Barat, Acre (Akka), yang kemudian dikutip oleh harian Israel Maarev (14/4) menyatakan jika majoriti warga negara Israel selalu berusaha menyembunyikan identiti mereka ketika melancong ke luar Israel.

Selain itu, tinjauan tersebut juga menyatakan jika majoriti warga Israel juga merasa ketakutan dan senantiasa berpaling di hadapan masalah pembunuhan beramai-ramai oleh Nazi-Jerman terhadap orang Yahudi.

Sebanyak 52 % responden dari pelancong Israel selalu berusaha menyembunyikan identiti mereka ketika mereka melancong atau berada di luar Israel. Mereka juga berusaha untuk tidak memakai pakaian yang bertuliskan bahasa Ibrani, atau memakai simbol-simbol keyahudian semisal Bintang Daud, dan lain-lain.

Selain itu, warga Israel juga senantiasa berusaha untuk tidak berbicara dalam bahasa Ibrani dengan suara yang nyaring (terdengar) ketika berada di luar negeri mereka.

51 % pemilih lainnya menyatakan, mereka kerap menghadapi fenomena anti-semitisma ketika berada di luar negeri, 34 % mendapat panggilan "tak mengenakkan" jika ketahuan mereka adalah orang Israel, dan 13 % lainnya mengaku kerap mendapat penolakan pelayanan.

59 % respoden tinjauan juga mengatakan kalau genosida Yahudi akan berlaku untuk kedua kalinya setelah genosida yang dilakukan Nazi-Jerman.

Akademi Galilea menggelar tinjauan pendapat tersebut berkaitan dengan hari genosida (yum muhriqa) yang akan dirayakan pada minggu depan. Jajak pendapat tersebut diikuti oleh setidaknya 500 warga Yahudi Isarel.

Ketua Program Studi Genosida di Akademi Galelia, Dr. Bougaz Kohein menyatakan, jajak pendapat tersebut memperlihatkan jika genosida masih menjadi tema sentral dalam kehidupan orang-orang Yahudi. (jzr/L2 Cairo)

Sumber: www.eramuslim.com

No comments: